Sumbangan Islam Kepada Peraban
Buku yang ditulis Haidar
Bamato yang berjudul “Sumbangan Islam
Kepada Peradaban” tepat pada bagian pendahuluan terdapat kata-kata pembuka “Galilah
api islam, warisilah apinya, dan jangan warisi abunya” demikianlah pesan Bung Karno
pada buku ini, apabila jika direpresentasikan menurut penulis; memiliki makna
bahwa pewarisan “api” disini memiliki makna agar kita senantiasa untuk terus
bersemangat dan menggali apa saja yang ada pada Islam baik itu yang sudah
digali maupun yang masih di awang-awang. Sedangkan jangan warisi “abunya”
memiliki makna; kita sebagai manusia jangan hanya terlena dengan hasil-hasil
peradaban yang sudah ada seperti yang terjadi dewasa ini, dimana kita
dimanjakan dengan nyentriknya teknologi dsb. Nah jiwa dan ghirah ini lah yang pada substantifnya ter-frame dalam lembaran-lembaran buku ini. Dalam buku ini di uraikan
secara kronologis sejak islam hadir sampai masa ke emasanya dan mengukuhkan
bahwa kaum-kaum muslim hadir dengan memberikan banyak pengaruh baik ilmu
pengetahuan maupun dalam berbagai bidang lainnya kepada peradaban, hasil-hasil
ini membungkam semua kritik pasivitas, ekstrimis, dll yang dituduhkan kepada
muslim, perlu diketahui bahwa ilmuan-ilmuan muslim terdahulu meraih
suksesnya karena mereka mampu menyatukan antara harmoni yang sempurna dengan
suatu keimanan yang sejati kepada Tuhan dan dibarengi dengan moralitas.
Islam sangat menjunjung tinggi
ilmu pengetahuan dan nilai/value
etika islam ini ditopang dengan kekuatan-kekuatan intelektualitas. Disebutkan
dalam alquran QS.
Faathir (Fatir) [35] : ayat 28 “Sesungguhnya
diantara hamba-hambanya hanyalah orang-orang yang berilmu benar-benar takwa
kepada Tuhan”. Ayat ini menampatkan
adanya suatu posisi yang tidak terpisahkan antara ilmu pengetahuan dengan
keimanan. Jika ditilik secara komprehensif tetkala umat islam berpegang teguh pada semangat, jiwa dan
kehendak Alquran, pada masa itulah islam telah membebaskan manusia dari
kejahilan, dan ketika malah sebaliknya; cepat atau lambat kejayan-kejayaan itu
akan segera runtuh.
“Faktanya dunia ini ditopang oleh empat tiang,
yaitu; kebijaksanaan kaum cendikiawan, keadilan orang-orang besar, doa-doa
orang jujur dan keperkasaan orang-orang yang berani” Tulisan-tulisan ini
terpasang diatas pintu gerbang universitas di Spanyol selama pemerintahan Islam.
Kontras sekali terlihat bahwa kebijaksanaanlah yang mengepalai atas rumusan
ini, sehingga tidak mengherankan jika pada masa pemrintahaan islam pada masa
itu sangat menjungjung nilai-nilai dalam ilmu pengetahuan dan bidang-bidang
lainnya.
Sedikit ditarik kebelakang, pada masa Abad
Pertengahan kita tahu pada masa ini dalam berbagai hal termasuk ilmu
pengetahuan sangat dikontrol penuh oleh gereja yang mana akibat dari kontrol
penuh ini menyebabkan ilmu pengetahuan dan yang lainnya mengalami kesurutan dan
bahkan mati. Lalu menurut Philip K Hiti[1] “ tak ada orang lain yang
memberikan sumbangan besar terhadap kepentingan manusia terkecuali orang Arab” maksud
dari orang “Arab” disini tidak melulu orang Arab akan tetapi dari ras dan lidah
yang berbeda-beda juga melainkan hanya sebagai Bahasa ibu, untuk berabad-abad
Bahasa arab merupakan Bahasa ilmu pengetahuan, kebudayaan dan kemajuan pikiran
untuk setidaknya seluruh dunia, sejak abad ke XII tulisan-tulisan falsafah,
kedokteran, sejarah, agama, astronomi , dan ilmu bumi terdapat banyak berbahasa
arab dari pada Bahasa manusia apapun. Bukti mengindikasikan betapa
berpengaruhnya orang Arab (Islam) pada masa itu.
Peran yang dimainkan oleh orang Arab dalam peradaban
islam sangat amat besar. Pada hakikatnya ketinggian peradaban Islam telah
dicapai sejak pemerintahan Harun ar Rasyid dan Al Ma’mun, kira-kira sekitar
pertengahan abad ke IX. Kepada kaum musliminlah spanyol berhutang akan
kebudayaannya yang luar biasa. Tetkala pada saat itu Andalusia menjadi pusat
Universitas-universitas yang menjadi pusat kaum terpelajar elit.
SUMBANGAN ISLAM KEPADA
PERADABAN MANUSIA
Ilmu
pengetahuan banyak berhutang budi kepada Islam. Bagaimana tidak, sejak abad pertengahan seperti yang
telah disebutkan sebelumnya bahwasanya
Islam telah mendominasi dan menaklukan beberapa wilayah dengan kekuasaan
yang besar. Penemuan-penemuan terpenting yang menjadi cikal bakal perkembangan
ilmu pengetahuan hadir menjadi pewaris yang berharga dari sarjana-sarjana
intelektual muslim kala itu. Diantaranya sebagai berikut :
Ilmu Bintang ( Astronomi )
Ilmu bintang
atau yang sering disebut sebagai ilmu nujum adalah salah satu ilmu yang
membahas khusus menegnai astronomi. Astronomi tidak hanya menarik hati kaum
sarjana pada masa itu, namun kahlifah-khalifah dari Bagdad maupun Spanyol juga
turut serta menjadi penggemar sekaligus peneliti. Kekuatan islam mulai bangkit
ketika masyarakat pada masa itu sangat mencintai ilmu pengetahuan dan sastra.
Hal ini dibuktikan dengan adanya opservatorium-opservatorium yang dibangun di
pusat daerah kekuasaan islam seperti di Bagdad, Kairo, dan Toledo. Opservatorium
ini tentunya menjadi wahana asyik bagi para pembelajar masa itu untuk mengkaji
ilmu astronomi. Tak terlupa pula sekolah Bagdad yang menjadi perintis sekolah
astronomi, didirikan oleh Al-Mansyur pada masa khalifah Abbasiyah (754-775).
Dari sekolah ini terlahir tokoh-tokoh termasyhur seperti yang kita ketahui
Harun Ar-Rasyid, dan Al-Ma’mun.
Ilmu Pasti
Bersamaan
dengan ilmu bintang, para sarjana muslim begitu menyukai ilmu pasti (ilmu
eksak) banyak prinsip-prinsip dasar ilmu hitung, ilmu ukur dan ilmu aljabar
yang telah dikemukakan oleh sarjana islam. tak terkecuali dengan ilmu
trigonometri yang merupakan cabang dari ilmu pasti dan paling banyak digunakan
oleh kaum muslimin untuk menghitung ilmu bintang (astronomi). Sebut saja
Al-Batani, ialah orang pertama yang mempergunakan karya-karyanya dalam bentuk
sinus, cosinus, dan tangens.
Ilmu Alam
“kaum
musliminlah yang harus dianggap sebagai penemu-penemu pertama ilmu alam.”
Begitulah kata Humboldt. Hal ini menjadi poin plus dan penguat bagi kaum
muslim lainnya untuk membuktikan bahwasanya pengetahuan muslimin mengenai
mekanika telah sama majunya pada zaman itu.
Ilmu Kimia
Ilmu kimia
adalah ilmu pengetahuan yang belum pernah dikenal sebelum kaum muslimin ada.
Orang Yunani mengerti beberapa unsur namun mereka tidak mengerti zat-zat
penting seperti alkohol, asam belerang, acequa regia, dan asam nitrat. Kaum
musliminlah yang menemukan berbagai zat-zat penting dalam ilmu kimia. Sebut
saja Abu Musa Dja’far Alkufi adalah ahli kimia islam yang terbesar yang hidup
di pertengahan kedua abad ke-8.
Ilmu pengetahuan Alam ( Natural Science )
Kaum
muslimin menekunkan diri untuk menyelidiki bumi dengan membuat berbagai
pengamatan. Bahkan mereka telah berhasil memperkaya Herbarium Dioscorides
dengan dua ribu jenis. Umat islam juga mengetahui macam-macam tumbuhan dan
obat-obat yang seluruhnya tidak dikenal orang Yunani. Dan yang paling penting
kaum muslimin telah mengembangkan pertanian sampai kepada tingkat tertinggi dan
juga memiliki kegemaran terhadap ilmu geologi.
Ilmu Kedokteran
Adalah ilmu yang paling menarik di hati kaum muslimin setelah ilmu
pasti dan kimia. Abu Ali Al Hussein Ibn Abdillah, di timur dikenal sebagai Ibn
Sina dan di barat dikenal sebagai Avicenna adalah orang terbesar diantara
dokter-dokter Islam. Bukunya yang terbit berjudul Al qanun fit-Tib ( Cannon
Medicinae ) atau petunjuk-petunjuk kedokteran, ditulis dalam bahsa Arab di Roma tahun 1593. Dokter-dokter Islam
memiliki peranan penting dalam ilmu kedokteran barat. Diantaranya ada Rhazes,
Avicenna, Abdul Cassis, dan Ibn Zohor. Rhazes ( Abu Bakar Ibn Zakaria Al Razl )
menerbitkan buku tentang pokok ilmu kedokteran dengan judul Al hawi ( hidup
yang bersih ) untuk beberapa ratus tahun tetap mendapatkan penghargaan yang
tertinggi dan digunakan secara luas sebagai pedoman ilmu kedokteran.
Falsafah
Spekulasi falsafah Islam telah mulai sejak mula pertama timbulnya
Islam. Pada abad ke II timbul suatu
aliran yang modern. Al Faribi adalah seorang filsuf besar sesudah Avicenna. Bukunya yang berjudul
“kota sempurna” yaitu karangan tentang kerohanian yang baik sekali serta
mengandung perasaan mulia yang paling mengagumkan. Semua aliran-aliran ini
menterjemahkan tulisan-tulisan yang tidak dimulai zaman kalifah Al-Mansur (
753-774 ) membuktikan kebebasan perkembangan yang sempurna dari jiwa Islam.
Kesusasteraan
Satu dari hasil kerja alam pikiran kamu muslimin yang bisa dibilang
paling besar adalah sumbangannya kepada dunia falsafah. Dari hasil perbandingan
maka pengaruhnya terhadap kesusastraan lebih kurang. Mengenai kelahiran puisi
lirik modern di Eropa. Jika diselidiki puisi ini muncul hamper bersamaan di
Spanyol dan Prancis pada permulaan abad ke XII, kemudian tersebar ke Italia dan
selutuh eropa. Tokoh-tokohnya diantaranya Jullien, ramon Menendez Pidal, Asin Palacios,
Iba Hazm dan masih banyak rokoh lainnya.
Geografi dan Sejarah
Sepenggal kata Renan… Tak ada orang yang telah memberi sumbangan
sebanyak yang telah diberikan oleh kaum Muslimin dalam meluaskan konsepsi
manusia mengenai alam dan memberikan suatu faham yang tepat kepada konsepsi
manusia tentang planet yang didiami manusia ini. Sumbangan ini benar-benar
merupakan sejarah mutlak untuk seluruh kemajuan. Banyak sekali pedagang Islam
yang mengembara kedaerah-daerah jauh. Tokoh-tokoh hebat diantaranya ada Seleiman,
Abu Zeid, Masudi dan tokoh-tokoh hebat lainnya.
Ilmu Politik dan Sosiologi
Al Faribi filsuf Islam terbesar setelah Avicenna telah menulsi
suatu karangan yang bernilai tinggi dan merupakan cita cita yg teramat mulia
berjudul “Kota Teladan”. Kota yang ideal haruslah dipimpin oleh seorang penguasa tertinggi yang
memiliki sifat-sifat ideal pula. Sosok hebat selanjutbya adalah Ibn Chaldun,
beliau telah menulis sejarah dunia yang
terdiri dari 3 jilid buku.
Arsitektur dan Kesenian-kesenian Plastis
Dari
kemajuan-kemajuan tercepat yang pernah dicatat sejarah adalah pertumbuhan
kesenian kaum muslimin. Namun sejak pembinasaan yang dilakukan oleh Mongol
Hulagu yang dalam tahun 1258 telah meruntuhkan segalanya sedemikian rupa,
sehingga sekarang tidak dapat ditunjukan lagi di mana leberadaan istana-istana
dahulu itu berdiri.
Musik
Kaum ortodoks islam pada dasarnya sangat
berhati-hati terhadap musik. Ahli-ahli agama dan sarjana-sarjana hokum takut
akan tenaga kepeliuan hati dari musik. Namun sejak permulaan kerajaan islam
musik mengambil satu tempat yang mulia di istana Umajjah di Damascus dan istana
Abbasiah di Bagdad.
Team Pembedah : Fitra
Riyanto, Lusmita Sari, Noviani MH
Komentar
Posting Komentar