Postingan

Sisi Lain Ramadhan

Gambar
Bulan Seribu Bulan Ahlanwassahlan….. Subhanallah …tidak terasa kini sudah berada di pintu gerbang bulan yang selalu dirindukan oleh segenap umat Islam, yakni bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan merupakan bulan yang lebih baik dan memiliki keutamaan seribu bulan atas bulan yang lain. Bulan yang penuh rahmat, ampunan dan pembebasan dari api neraka. Bulan ramadhan merupakan bulan yang sangat dinanti oleh kaum muslim di berbagai belahan dunia. Pada bulan ini muslim-muslim di berbagai belahan dunia hiruk pikuk untuk menyambut datangnya bulan yang penuh ampnan ini, tidak perlu jauh-jauh kita dapat melihat femomena-fenomena penyikapan terhadap bulan ramadhan di Indonesia, seluruh masyrakat berbondong-bondong untuk senantiasa mendapatkan rahmat dariNya, tak ayal waktu demi waktu dipergunakan untuk semata-mata beribadah kepadanya karena bulan Ramadhan merupakan penghulu ( sayyidusysyuhur ) dari seluruh bulan dalam satu tahun, dan banyak pula keutamaan-keutamaan pada bulan ini (ramadhan). Demiki...

Ki Hadjar Dewantara: (Refleksi) Melawan Problem Kekininan.

Gambar
Seabad Kebangkitan Nasional, Gempuran globalisasi sebagai anak kandung neoliberalisme dengan sisi negatifnya praktik ekonomi kapitalistis memperparah keadaan pasca-reformasi. Kesenjangan kelompok kaya dan miskin, yang memperoleh akses informasi dan bahkan tidak sama sekali memperolehnya, upaya gencar pemberantasan korupsi yang eloknya-dibarengi semakin masifnya korupsi jua, pilkada atas nama otonomi yang semua berakhir ricuh, dan seterusnya menandai suasana serba kontras yang memunculkan kekhawatiran failed country (negara yang gagal). Setelah 71 tahun merdeka "Pendidikan belum tuntas mengikis belenggu berpikir, dan kasaranya masih sebagai bangsa yang terjajah. Dalam beberapa hal justru pendidikan melahirkan belenggu-belenggu dan polemik baru pada faktanya. Belenggu gaya hidup konsumtif, belenggu berpikir , dan berprilaku gaya asing ( westrenisasi ) dsb yang disebabkan akan kurangnya pemahaman mengenai basic khitah budaya dan kebudayaannya, sejarah bangsa yang (ter)dil...
Gambar
REFLEKSI-REVITALISASI MAKNA HARI BUKU SEDUNIA Oleh: Fitra Riyanto Setiap tahun, 17 Mei diperingati sebagai Hari Buku Nasional. Perayaannya memang tidak besar-besaran dan meriah (biasanya), namun lebih pada “memaknai” dan sebagai upaya menumbuhkan dan meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Penentuan 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional sendiri merupakan ide Menteri Pendidikan dari Kabinet Gotong Royong, Abdul Malik Fadjar sejak 2002. Di hari tersebut, juga bertepatan dengan peringatan pendirian Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) di Jakarta pada 17 Mei 1980. Penetapan Hari Buku Nasional diharapkan mampu memacu minat baca masyarakat Indonesia, sekaligus menaikkan penjualan buku. Pasalnya, di Indonesia, rata-rata hanya 18 ribu judul buku yang dicetak setiap tahunnya. Jumlah tersebut jauh berbeda dengan negara lainnya, seperti Jepang dengan 40 ribu judul buku per tahun dan China dengan 140 ribu judul per tahun (Menurut Okezone). Selain Hari Buku Nasional,...

Sudah Benarkah Kritik Kita?

Gambar
Source: Rockypanjaitan Bismillah.. Berangkat dari rasa ketidak tahuan dan rasa bodoh, sedikit ingin berdialektika tentang hal yang "fundamental". Perihal mengenai tanpa adanya sikap solutif. Kritik tanpa perlu definitif teman-teman pasti sudah paham. Langsung pada substansi, Kritik tanpa adanya sikap solutif “ibarat hidup didunia tapi tidak tahu tujuan hidup dan untuk apa hidup”. Saat mengkritik seseorang yang tujuannya bersifat membangun, tentu saja hal tersebut bern ilai ibadah atau kebaikan menurut agama. Penulis bukan berbicara tentang Mereka, anda ataupun dia, hanya saja saya rindu akan sifat humanis yang tersalurkan melalui kata yang arif nan bijaksana. Alangkah bijak jika seseorang ketika memberitahu (krtitik) tentang sesuatu dengan memberikan sesuatu. Bukan memberitahu sesuatu tetapi hanya ingin terkenal dengan retorikanya yang membuat raisa pun jatuh cinta istilahnya, tanpa memberikan substansi dan solusi. Acapkali Tidak jelas antara Kritik dengan menghujat...

Ada Karet di Fakultasku

Gambar
Pernahkah kalian terlambat atau  ngaret  dalam menghadiri suatu acara? Terlambat kerja, terlambat masuk kampus dan terlambat menghadiri rapat merupakan sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan dan sering di lakukan oleh kalangan bawah hingga kaum akademisi. Saya punya teman satu fakultas saya yang sangat lelet dan tiap hari terlambat ke kampus. Sungguh luar biasa bila dia terlambat, bukan satu atau dua menit tetapi 30 menit bahkan 1 Jam dia bisa telat, luar biasa bukan?

Pelurusan Paradigma Sejarah Bagi Masyarakat Awam dan Peran Penting Sejarah

Gambar
Source: https://www.pinterest.com Sejarah, apa yang ada di benak kalian jika mendengar kata itu? Banyak yang bilang bahwa sejarah adalah hanya sebatas masalalu, ya memang benar sejarah adalah masalalu tetapi bukan hanya sebatas itu, Sejarah  secara etimologis kata sejarah berasal dari Bahasa Arab syajarah yang artinya pohon (syajarah an-nasab, artinya pohon silsilah). Kita memakai kata sejarah bukan berdasar arti literal (yang artinya pohon), melainkan kehidupan manusia dengan segala perubahan perkembangan dan dinamikanya. Kehidupan manusia tesebut dianalogikan dengan kehidupan pohon yang menunjukan suatu gerak dinamis (tumbuh, berkembang, mati). Pertumbuhan pohon: biji, kecambah/tunas, tumbuh dewasa, berbunga, berbuah, dg segala dahan, ranting, dan cabang. Nah, seperti itulah kurang lebih definisi dari Sejarah mungkin kaum akademisi lebih paham akan hal ini.

Pemira BEM FIB 2016

Gambar
Sebagai MaBa tentunya pribadi terkagetkan akan peliknya Permira, di hadapkan pada pilihan yang sulit karena semua calon punya visi dan misi yang sangat indah entah realisasinya seperti apa.. yang pasti siapapun di antara kalian, pribadi berharap kalian bercermin pada tulisan, pribadi sedikit..  Mari Becermin dengan Ashabul Kahfi Kita mengenal Ashabul Kahfi sebagai sekelompok anak muda yang berani menentang raja zalim. Hal ini tentu sebuah keputusan yang tidak biasa, karena be rani menentang raja yang sangat berkuasa di zaman itu. Namun, itulah kenyataan yang dihadapi oleh sekelompok pemuda yang berani memimpin diri sendiri dan mengambil keputusan yang beranjak dari nurani. Sahabatku, menjadi pemimpin mengharuskan anda untuk banyak memberi, mengorbankan waktu, tenaga, bahkan harta untuk menyukseskan hajat hidup orang banyak. Itulah hakikat leader sesungguhnya, bukan memimpin dengan mengharapkan sesuatu atau memenitingkan kepentinganmu, dia , dan aku tetapi sudah keniscahyaan pemimp...